Bukan lagi air mata api
Aku teriak ditengah gulita.
Pada purnama yang temaram Dan begitu diam.
Aku digulung Api ditengah kepalan tangan.
Dengan sudut pandang sempit, ketika hidup makin sulit.
Cibiran yang mencucur jadi baranya.
Meledak ditengah kekecewaan akan nasib yang tidak memihak.
Tidak lagi air mata Api seperti kata Iwan fals, bahkan tak lagi berairmata hanya dendam yang tersisa.
Orang sisa sisa hanya bisa bersumpah.
Dasar kesialan hidup, ku merana!
Komentar
Posting Komentar