Disepertiga jalan
Seumpama rasa yang mengeruak,
Di sepertiga jalan perpisahan yang penuh penyesalan.
Tidak ada satupun kata yang terucap, tidak ada.
Pikiran boleh merayu lalu tersadar pada bait bait ragu.
Tidak ada satupun salam perpisahan yang terucap, tidak ada.
Hanya penyadaran diri dari delusi asmaradhana sementara.
Tidak ada tangisan satupun yg terjatuh, tidak ada.
Hanya saling mendoa didalam fikiran, yang mungkin hanya satu arah.
Masihkah binatang jalang, yang melolong ditengah kesendirian berpegang pada kekuatan pribadinya.
Masihkah bayang bayang wanita berbitang Libra menghantuinya.
Kita bisa saja berkata bahwa rasa kekalahan adalah Hal paling dekat di hari ini.
Tapi berbalik yakin disepertiga jalan sisanya, mengahadapi kenyataan hidup yang akan menimpa didepan.
Komentar
Posting Komentar