merebah
Di pohon mangga rimbun itu
Dibawahnya kita merebah, dikursi tua berkarat.
Di 25 April sore itu....mungkin pukul setengah tiga.
Aku dan kau Arini, kita beristirahat selepas berjalan jalan kecil menghabiskan waktu.
Setelah semua pembicaraan, semua yg kita lihat tebahas semua. Lalu kita sama sama membayangi masa tua kita.
Bagaimana rumah kita, bagaimana kaki kecil anak pertama kita, hingga bagaimana wujud cucu cucu kita.
Hebat sekali kita sudah berpikir sejauh itu, mungkin kata orang karena kemunafikan cinta. Tapi tidak kata ku itu doa Dari para pecinta.
Tapi Arini, apapun itu. Aku ingin menemanimu sampai kapan pun.
Aku ingin terus berjalan menghabiskan waktu seperti ini, sampai kita tak kuat lagi.
Sampai kita tersemayam, Dan merebahkan diri dikeabadian, dibawah pohon tua, persis seperti saat ini.
Komentar
Posting Komentar