Buk...

Buk.... Ini aku anak mu, anak laki-laki kedua dan penutup turunan mu. 

Anak lelaki yang dulu kau tunggu dipematang sawah sebrang sekolah ku. 

Buk... Ini aku anak ternakal yang selalu berkata "ah" disetiap pinta mu. Berpaling disetiap tanya mu. Dan pergi meninggalkan pintu rumah kita yang sudah lapuk dimakan usia.

Buk..... Kini aku dijalan, keras kehidupan, panas kepanasan,dingin kedinginan jadi selimut ku kali ini buk. Bukan lagi doa yang kau aliri bersama airmata mu.... 


Aku sadar ini pilihan ku, keluar dari rumah, hilang tanpa kabar, itu semua karena tidak mau memberatkan mu.

Mungkin ini juga sudah takdiran dari lelaki bengal penantang hidup juga petuah orang tua. Akhirnya disumpahi hidup sendiri hingga susah cenderung merana... 

Aku tak tau kini dimana pusaramu buk, bahkan aku tak tau dimana langkah ini membawa saat ini. Aku hanya bisa bangun ditengah kesadaran ku yang berkunang. Terusir dari pinggiran toko cina yang mulai terbuka... 

Buk.... Aku menyesal.

Komentar

Postingan Populer