Merah diufuk timur
Aku adalah si merah amarah dari ufuk timur. Berputar dan sedikit menyematkan gelegar, aku coba dikte satu persatu desahan nafas dari rongga rongga kehidupan, lalu hilang begitu saja ketika langkah kaki kopral sialan menginjak tanah emas ku. Sekali lagi sejarah hanya utuk para pemenang di lukiskan dengan tinta emas di luka orang lain.
Komentar
Posting Komentar